Bisnis Jualan lontong atau usaha lontong sangat cocok bagi kita yang tinggal didekat para penjual makanan seperti bakso, gado-gado, rujak dan lainnya, karena lontong sendiri adalah pengganti nasi yang tidak bisa di pisahkan dari makan-makanan tersebut. Anggaranusaha.com akan membahas usaha ini dan kenapa sampai bisa untung sampai 1 juta. berikut ulasannya.

Lontong adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang sangat populer. Ini adalah hidangan berbahan dasar nasi yang dimasak dalam wadah berupa daun pisang yang diikat menjadi silinder dan bisa juga dengan memakai plastik makanan. Makanan ini sangat umum ditemukan di seluruh Indonesia  karena memang makanan ini sangat cocok di kombinasikan dengan makanan lain.

Peluang Usaha Lontong

Usaha ini para pelaku usaha masih skala rumahan jadi bila kita bisa memanfaatkan celah untuk menjual lebih murah kita bisa mendapatkan pasar, karena makanan ini memang dibutuhkan bagi warung atau para penjual makanan yang membutuhkan lontong. Apalagi lontong untuk membuatnya kadang membutuhkan usaha lebih, jadi para warung atau penjual makanan seperti bakso sendiri kadang tidak sempat untuk membuatnya karena untuk membuat lontong di perlukan waktu setidaknya 3-4 jam dan lebih memilih untuk membeli di pembuat lontong.

Warung atau penjual yang membutukan lontong diantar lain, Penjual sate, penjual soto, penjual bakso, penjual rujak, penjual gado-gado, penjual lontong sayur, dan lainnya, kita bisa melakukan tawar menawar dengan mereka atau bahan titip saja dagangan meraka dengan begitu bisa lebih flexible untuk penjual-penjual tesebut mendagangkan produk kita juga.

Rincian Modal Usaha Lontong.

Usaha ini bisa kita mulai dengan modal 500 ribu saja, jika kita sudah mempunyai perlatan seperti kompor dan gas dirumah, karena usaha ini tidak membutuhkan kita untuk berjualan di pinggir jalan, tapi kita memang harus menjajakannya ke warung atau para penjual makanan. berikut rinciannya.

1. Panci Besar Ugo 2 Unit: Rp 300.000

2. Plasti baskom 2 Pcs: 20.000

Total; Rp. 420.000

1. Beras 5 kg: Rp. 60.000

2. Daun Pisang: Rp. 10.000

3. Pandang: Rp 5000

4. Tusuk Gigi Rp. 5000

5. Gas Lpg Rp. 20.000

Total; Rp. 100.000

Omset dan Keuntungan usaha lontong

Dari 5 kg beras tersebut bisa menjadi 7,5 kg lontong dan harga per-lontong 100 gram kita jual dengan harga Rp. 800 maka perhitungan omsetnya sebagai berikut:

  • 7,5 kg menjadi 750 bungkus lontong x 800 = 600.000 (Omset)
  • maka dalam sehari kita bisa mendapat kentungan 600.000-100.000  = Rp. 500.000 (Keuntungan)

Dengan keuntungan tersebut kita bisa pastikan bisa balik modal dalam sehari.

Resiko Usaha Lontong

Usaha ini juga memiliki resiko yaitu tidak bisa bertahan lama, dan paling lama bisa bertahan hanya 12 jam setelah kita masak maka dari itu kecepatan dalam penjualan juga patut di perhitungkan. Selain karena usaha ini bukan dijual ke konsumen tapi juga ke para penjual pastikan harga dan pelayanan antar juga kita perhitungkan.

Kesimpulan

Bisnis atau usaha lontong memiliki potensi yang menarik karena merupakan makanan yang berbahan dasar nasi yang disukai banyak orang di Indonesia. Dengan mengelola bisnis dengan baik, mempertahankan kualitas, dan memberikan pelayanan yang baik, bisnis lontong dapat menjadi usaha yang sukses dan berkesinambungan.

 

 

Share: