Usaha budidaya cacing darah atau Bloodworm- banyak orang mengenal larva nyamuk atau Chironomus sp, atau nyamuk buah. Cacing darah ini berwarna merah karena mempunyai hemoglobin sehingga bewarna merah. Karena kandungan gizi yang tinggi untuk pakan ikan, cacing darah ini banyak diminati para peternak maupun pecinta ikan hias sebagai pakan utama ikan.

Cacing darah sendiri paling banyak dibutuhkan untuk makanan fase anakan ikan atau benih ikan. Sehingga permitaan akan cacing darah sendiri terus meningkat, tapi hal itu sendiri di sertai juga tingkat kesulitan dalam hal budidayanya.

Peluang Usaha dan Potensi Pasar Usaha Budidaya Cacing Darah

Permintaan akan Cacing Darah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri perikanan, akuakultur, dan hewan peliharaan. Apalagi untuk kebutuhan akan pakan bibit ikan terus meningkat.

Tips Usaha Budidaya Cacing Darah

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam budidaya Cacing darah:

  • Mencari Sumber Cacing darah:

Cacing darah biasanya dapat ditemukan di alam liar, terutama di perairan seperti rawa, danau, atau kolam yang mengandung sedimen organik. Anda dapat mencari tahu lokasi-lokasi ini di area sekitar Anda atau membeli Cacing darah dari penjual yang khusus menjualnya.

  • Persiapan Kolam Terpal untuk pembesaran dan tempat indukan cacing darah:

Kita persiapan baskom dengan untuk sedikit lumpur lalu beri mesh agar untuk menampun indukan cacing darah agar meraka tidak keluar sarang dan bertelur di tempat yang kita sediakan.

Untuk pembesaran larva cacing darah Pilih kolam atau wadah yang cukup besar untuk menampung jumlah Cacing darah yang ingin Anda budidayakan.Pastikan kolam memiliki akses ke air bersih, baik dari sumber air alami maupun sumber air buatan.Jaga agar suhu air kolam tetap antara 15-25°C, karena suhu yang ekstrem dapat memengaruhi pertumbuhan Cacing darah.

  • Menyiapkan Substrat:

Substrat yang biasa digunakan dalam budidaya Cacing darah adalah campuran dari tanah liat dan lumpur organic pada kolam terpal bisa kita cari di sungai.

Campurkan tanah liat dan lumpur organik dengan air hingga mencapai konsistensi yang mudah diolah dan membentuk lumpur.

  • Menanam Bibit Cacing darah:

Ambil sampel Cacing darah dari sumber yang ada atau dapatkan bibit Cacing darah dari penjual terpercaya. Tanamkan bibit Cacing darah dalam substrat yang telah disiapkan sebelumnya. Bibit akan bersembunyi dan tumbuh di dalam substrat.

  • Pemeliharaan Kolam Budidaya:

Pastikan air kolam tetap bersih dengan mengganti sebagian air secara berkala. Jaga suhu air dan kelembaban substrat agar tetap sesuai dengan kondisi yang diperlukan. Berikan pakan alami kepada Cacing darah seperti sisa-sisa sayuran atau bahan organik lainnya yang mudah terurai.

  • Pensortiran

Setiap hari kita harus menyortir telur yang ditempatkan di wadah indukan, dan memindahnya ke kolam pembesaran setiap hari. dan beri sekat di kolam pembesaran antar telur yang berbeda setiap tanggalnya.

  • Pemanenan:

Cacing darah dapat dipanen ketika mereka mencapai ukuran yang diinginkan, biasanya sekitar 1-2 cm. Untuk memanen Cacing darah, ambil sebagian substrat yang mengandung larva dan saring menggunakan saringan halus. Cacing darah yang telah dipanen dapat disimpan dalam wadah kedap udara di dalam lemari es untuk menjaga kebersihan dan kualitasnya. Penting untuk diingat bahwa budidaya Cacing darah membutuhkan pengetahuan yang tepat dan perhatian terhadap kondisi kolam dan kebersihan air. Pastikan Anda mematuhi peraturan dan regulasi setempat terkait pemeliharaan dan budidaya Cacing darah.

Kisaran Biaya Modal dan Profit Usaha Budidaya Cacing Darah

Berapa sebenarnya minimal modal untuk memulai usaha Cacing Darah? Minimal menurut anggaranusaha.com usaha ini minimal harus mengeluarkan modal sebenar 10 juta. Nah, berikut ini kisaran modal serta profit dari usaha Cacing Darah.

1.      Rincian Modal Awal atau Biaya Investasi

Modal minimal untuk merintis usaha budidaya cacing darah bisa dimulai minimal dengan uang 10 juta, tapi sebelum memulai membuka usaha Cacing Darah, ada beberapa peralatan dan biaya bahan baku setiap per bulan yang perlu Kita siapkan. Berikut ini adalah estimasinya:

Peralatan dan investasi Usaha Budidaya Cacing Darah

Nama BarangJumlahHarga
terpal ukuran 2×351.000.000
Nampan ukuran 80×40 cm10 Pcs1.000.000
Mesh untuk nampan tinggi 1 meter1.000.000
Aerator untuk filter1 unit200.000
Perpipaan200.000
Tabung Filter500.000
Saringan2 Pcs20.000
Bedeng2.000.000
Lain-lain200.000
TOTAL6.120.000

Biaya Bahan Baku Perbulan

Nama BarangJumlahHarga
Sewa Tanah perbulan10×15 meterRp 1.000.000
Kotoran ayam fermentasi15 KgRp 400,000
Buah pakan indukan15 kgRp 100.000
ListrikRp. 100.000
Kantung Plastik1000Rp. 200.000
JumlahRp 1.500.000

 

2.    Keuntungan Per Bulan dari Usaha Cacing Darah

kita juga bisa memperkirakan omset yang kita dapatkan dari usaha budidaya Cacing Darah yang dijalani setelah proses awal bibit cacing darah bisa di panen dalam waktu 3 minggu setelah itu kita bisa memanennya bertahap setiap 30 hari sekali. Dari biaya bahan baku setidaknya minimal kita Keuntungan 10 kg cacing darah pertepal dengan harga jual 9000 per 100 gramnya

  • Kotor/hari: Rp. 000 x 5 terpal = Rp. 4.500.000
  • Keuntungan Bersih/bulan: 4.500.000– Rp. 1.500.000= Rp 3.000.000

Catatan : Perhitungan diatas merupakan sebuah contoh perhitungan perkiraan jika kita bisa memproduksi 5 kg cacing darah pada setiap terpal. Tapi jika kita bisa menjual lebih dari harga itu maka keuntungannya bisa lebih, jadi silahkan Kita menyesuaikan dengan kondisi usaha kita. Namun, kita bisa juga  dapat menggunakan rumus perhitungan diatas untuk menentukan keuntungan yang akan Kita dapatkan di setiap bulannya.

Dari usaha Cacing Darah ini dengan keuntungan 3.000.000 perbulannya kita akan bisa balik modal dalam 3 bulan.

Penutup

Harap diingat bahwa budidaya Cacing Darah membutuhkan pemantauan dan perawatan yang baik. Jadi tingkat kesulitan usaha ini juga lumayan tinggi untuk pemula dan Usaha Budidaya Cacing Darah ini punya resiko tinggi di pemeliharaan indukannya. Tapi jika kita mampu memulai dengan baik dan punya pembeli tetap usaha ini punya prospek yang stabil.

 

Share: