Usaha Rumah Makan – Bisnis kuliner menjadi bisnis yang banyak dilirik oleh masyarakat saat ini. Selain potensi keuntungan yang menggiurkan, prospek bisnis kuliner kekinian sedang tren di kalangan anak muda masa kini. Salah satu jenis bisnis kuliner yang menjanjikan adalah usaha rumah makan. Usaha ini dapat dilakukan dengan modal yang relatif kecil dan dalam jangka panjang bisa berkembang pesat.

Namun, untuk membuka sebuah bisnis pun, ada beberapa persiapan yang harus Anda lakukan, agar usaha Anda berjalan dengan lancar. Artikel ini akan membahas tentang apa saja yang dapat Anda perhatikan ketika akan membuka usaha rumah makan, Penasaran? Simak ulasannya berikut ini!

Definisi Usaha Rumah Makan

Secara umum, rumah makan adalah usaha yang menyediakan tempat untuk menikmati makanan dan menyajikan makanan ringan dan/atau berat. Biasanya, usaha rumah makan memiliki ciri khas tersendiri dalam pemilihan jenis makanan yang akan dihidangkan. Konsep rumah makan pun beragam, contohnya lesehan, angkringan, restoran, dan lain sebagainya. Bisnis ini tentu mengalami banyak perubahan yang signifikan di Indonesia, ditambah lagi dengan munculnya tren di sosial media, inovasi untuk menciptakan menu makanan terbaru, dan adanya pertukaran budaya dari negara lain. Meskipun lingkup usaha rumah makan terbilang ketat, tentu Anda bisa menyusun strategi untuk terus bersaing dan menciptakan keunikan tersendiri dalam industri ini.

Usaha Rumah Makan
Usaha Rumah Makan

Peluang Usaha Rumah Makan

Berbicara tentang usaha rumah makan, banyak sekali kesempatan yang bisa diambil dan dinilai menguntungkan. Dari modal yang kecil, Anda dapat menawarkan usaha makanan ringan, jajanan, atau masakan rumahan beserta lauk pauknya. Pada dasarnya, yang terpenting dalam membuka bisnis kuliner tidak hanya soal rasa yang enak, tapi juga dibutuhkan bahan baku kualitas terbaik, tempat yang strategis, pengemasan harus higienis, dan manajemen dalam melakukan pelayanan pada konsumen.

Berikut ini adalah hal yang dilakukan pengusaha dalam mengembangkan usaha kuliner, yaitu:

1.     Melakukan Riset Pasar

Dalam berbisnis, yang harus Anda lakukan pertama kali yaitu riset pasar. Riset ini berguna untuk mengetahui bisnis secara mendalam, seperti berapa modal yang harus dipersiapkan, target pasar, harga yang bersaing dengan competitor, dan cara pengelolaannya.

2.     Memilih Menu Makanan

Pemilihan menu makanan paling menentukan kelangsungan bisnis kuliner Anda. Di awal memulai usaha, Anda dapat memilih makanan yang dikenal oleh konsumen atau inspirasi dari tren yang bermunculan di sekitar Anda, misalnya jajanan kaki lima, frozen food, snack rumahan, kue-kue tradisional, makanan olahan dari bahan makanan sehari-hari, dan lain-lain.

3.     Mengutamakan Kualitas Produk

Kualitas produk memang harus diperhatikan ketika akan membuka usaha rumah makan. Karena, produk yang proses pembuatannya dengan bahan baku terbaik, terjamin kebersihannya, dan cita rasa yang otentik mampu menarik minat para pelanggan.

4.     Menentukan Lokasi Usaha

Selanjutnya yaitu menentukan lokasi usaha. Lokasi menjadi poin penting dalam berbisnis. Pilih lokasi yang banyak dilewati konsumen. Apabila ingin menghemat modal, Anda bisa mulai dengan menyewa tenant kecil saat ada acara di kota Anda atau menjual aneka jenis makanan melalui lewat aplikasi online.

5.     Menyiapkan Peralatan dan Perlengkapan Usaha

Usaha rumah makan, apapun bentuknya, juga membutuhkan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Minimal Anda menyediakan meja dengan ukuran panjang untuk meletakkan makanan yang akan dijual dan beberapa kursi untuk duduk, wadah makanan beserta alat makan, dan kertas pembungkus. Yang terpenting disesuaikan dengan keperluan usaha kuliner Anda.

6.     Menarik Konsumen dengan Promosi Produk dan Marketing

Setelah mempersiapkan semuanya dan mulai membuka rumah makan, Anda bisa mempromosikan usaha Anda dengan orang terdekat dan membuat sosial media khusus untuk berjualan. Hal ini bisa menjadi sarana informasi bagi konsumen untuk mengetahui lebih lanjut terkait usaha rumah makan yang Anda miliki.

Rincian Modal dan Omzet Usaha Rumah Makan

Usaha rumah makan bisa dimulai dirumah sendiri, asal makanan yang kita sajikan nanti mempunyai harga yang terjangkau dan enak. dengan modal 10 juta saja kita bisa memulai usaha ini di rumah.

Modal Nilai (Rp)
Meja Lipat Portabel765.000
Peralatan Masak650.000
Perlengkapan jualan (wadah, piring, alat makan)400.000
Total Modal1.865.000

 

Biaya Operasional (Per Bulan)Nilai (Rp)
Bahan Baku (@ Rp 350.000 x 30 hari)10.500.000
Tenaga Kerja (@ Rp 3.000 x 9 jam x 30 hari810.000
Tabung Gas 3 Kg (@ Rp 20.000 x 8 tabung)160.000
Kertas Bungkus Coklat Isi 100 (@ Rp 25.000 x 5)125.000
Sendok Plastik Isi 100 (@ Rp 10.000 x 5)50.000
Kantong Plastik Isi 100 (@ Rp 8.000 x 3)24.000
Biaya Transportasi500.000
Biaya Kebersihan dan Keamanan100.000
Total Biaya Operasional (Per Bulan)12.269.000

 

Estimasi Pendapatan Per Bulan Nilai (Rp)
Lauk Ayam : @Rp 7.000 x 25 potong x 30 hari5.250.000
Lauk Ikan : @Rp 6.000 x 14 potong x 30 hari2.520.000
Lauk Telur : @Rp 2.000 x 16 butir x 30 hari960.000
Lauk Tahu/Tempe : @Rp 2.000 x 35 buah x 30 hari2.100.000
Aneka Sayuran : @Rp 3.500 x 25 bungkus x 30 hari2.625.000
Total Pendapatan Per Bulan13.455.000

 

Omzet Per Bulan
Total Penjualan – Total Operasional = Rp 13.455.000 – Rp 12.269.000
= Rp 1.186.000

Resiko Usaha Rumah Makan

Dari penjelasan sebelumnya, bisnis kuliner memang ramai peminatnya. Makanan bukan hanya sekadar kebutuhan, tapi turut serta mengubah gaya hidup dan lifestyle. Terjun ke dunia bisnis kuliner membutuhkan kretivitas dalam menciptakan produk dan harus memikirkan rencana yang baik untuk bisnis Anda. Namun, bisnis kuliner juga memiliki banyak kelemahan. Resiko yang kemungkinan Anda hadapi yaitu :

  • Pelanggan yang bosan dengan menu makanan

Banyak perubahan pada karakter pelanggan yang ingin adanya menu baru atau menu musiman.

  • Harga bersaing dengan kompetitor

Sebagai pengusaha, Anda harus jeli dalam menetapkan harga yang bisa bersaing dengan kompetitor.

  • Adaptasi dari dine-in sekarang harus berjualan secara digital

Pandemi membuat semua orang beralih ke digital, termasuk berjualan makanan. Bisa dipertimbangkan untuk update promosi di sosial media dan bekerja sama dengan aplikasi online

  • Manajemen keuangan yang kacau

Sebagai pengusaha, Anda perlu memperhatikan catatan keuangan usaha, supaya Anda dapat memantau serta menganalisis perkembangan bisnis setiap harinya dan jelas dalam pengelolaan hasil dari usaha Anda.

Oleh karena itu, diperlukan tekad yang kuat untuk menghadapi berbagai resiko bisnis. Bisa jadi, Anda bisa belajar dari kegagalan tersebut dan bangkit untuk mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih maju lagi.

Itulah tadi ulasan lengkap tentang tips membuka usaha rumah makan. Memahami langkah-langkah dalam berbisnis disertai dengan kelebihan dan kekurangannya akan membantu Anda dalam menghindari kerugian dalam bisnis kuliner. Anda tidak perlu khawatir untuk belajar hal baru dan mempersiapkan segala sesuatu dengan matang. Semoga, setelah ini, usaha rumah makan Anda semakin lancar. Semangat!

Share: