Saat ini dunia fotografi bukan hanya sekedar hobi namun sudah menjadi salah satu ladang bisnis yang bisa meraup banyak cuan. Apalagi kebutuhan fotografi di berbagai event seperti pernikahan, ulangtahun, rapat dll kian hari kian naik pesat. 

Pertanyaannya bagaimana cara memulai bisnis ini dan seperti apa rincian modal yang diperlukan? Dan adakah tips yang bisa dilakukan dalam menjalankan bisnis ini?

Perkiraan Modal dan Keuntungan Jasa Video dan Foto

Seperti halnya usaha lain, jasa video dan foto juga butuh modal untuk membeli berbagai peralatan. Dari peralatan inilah nantinya kamu bisa menjalankan usaha tersebut hingga akhirnya menghasilkan keuntungan.

Estimasi modal usaha

Ada berbagai peralatan yang perlu kamu beli untuk menjalankan usaha ini dan berikut ulasannya

Peralatan

Harga

Laptop 

5.000.000

Kamera DSLR

5.000.000

Brosur, spanduk,papan nama

1.500.000

Tripod, payung dan lampu Blitz

2.500.000

Total 

14.000.000

Biaya operasional

Selain modal ada juga biaya operasional yang perlu dikeluarkan, diantaranya:

Rincian

Biaya per bulan

Karyawan

1.500.000

Promosi jasa

1.000.000

Total 

2.500.000

Perhitungan keuntungan

Dalam hal ini diasumsikan Anda mendapatkan 3 kali orderan sesi prewedding per bulan. Untuk harga per paketnya berkisar 1,2 juta rupiah. Sehingga omset per bulan yang kamu terima sebesar 3,6 juta rupiah

Selain sesi ini, Anda juga jadi fotografer sekaligus buat video di acara pernikahan dengan 3 kali orderan per bulan. Untuk harga per paket nikahan sebesar 1,5 juta rupiah. Sehingga total omset per bulannya sebesar 4,5 juta rupiah.

Dari semua orderan tersebut maka total omset yang diterima setiap bulannya sebesar 8,1 juta rupiah.  Setelah dikurangi berbagai biaya maka total keuntungannya sebesar 5,6 juta rupiah. Dari estimasi tersebut maka untuk bisa BEP dibutuhkan waktu sekitar 2,5 bulan. 

Tips Sukses Bisnis Jasa Video dan Foto

Untuk meraup untung jutaan rupiah seperti di atas ada beberapa tips yang perlu kamu lakukan. Apa saja tips-tipsnya? Yuk kita simak ulasan berikut:

Bekerjasama dengan WO (Wedding Organizer)

Menjalin kerjasama dengan bisnis lain yang linier sangat diperlukan agar bisa saling menguntungkan. Untuk itu saat Anda buka usaha jasa video dan foto maka bisa bekerjasama dengan WO. 

Saat WO dapat job maka Anda pun bisa bisa juga mendapatkan keuntungan karena sudah bekerjasama. Sebab dalam acara pernikahan sudah pasti membutuhkan fotografer sekaligus pembuatan videonya. 

Karena target pasarnya orang kaya maka mereka berani membayar mahal selama sesi pemotretan hasilnya maksimal. Untuk itu, Anda perlu memberikan yang terbaik agar tuan rumah tidak kecewa dengan hasilnya. 

Membangun bisnis foto box

Foto box bisa ditemui di pusat perbelanjaan atau cafe yang punya lokasinya instagramable. Memanfaatkan lokasi tersebut, kamu cukup menyediakan aksesoris menarik yang bisa menjadi pelengkap saat sesi pemotretan. 

Modal usaha seperti ini sangat digemari hingga saat ini oleh semua kalangan khususnya anak muda. Untuk itu moment tersebut perlu dimanfaatkan untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. 

Untuk tarif sekali atau beberapa kali foto itu relatif dan bisa disesuaikan dengan ekonomi sekitar. Jika pusat perbelanjaan atau cafenya ramai maka bisa menjadi penghasilan harian buat Anda. 

Promosi via online

Promosi via online bisa menjadi cara memasarkan jasa yang paling cepat dan harganya murah. Biaya yang dikeluarkan tidak sebesar promosi offline dan umumnya hanya share jasa saja. 

Banyak media yang bisa dijadikan tempat promosi seperti Facebook, Twitter, Instagram, dll. Karena target pasarnya hanya di satu wilayah maka pastikan orang-orang yang tergabung juga demikian. 

Proses ini dilakukan agar promosi jasanya tepat sasaran. Misalnya Anda buka jasa di kota Surabaya dan sekitarnya. Maka pastikan pertemanan atau pengikutnya berasal dari kota yang sama. 

Minta testimoni ke pelanggan

Pada era sekarang banyak orang yang kurang percaya jika tanpa adanya bukti kesuksesan jasa. Dengan testimoni bisa dijadikan sebagai media terkait jasa yang kamu tawarkan benar-benar memuaskan. 

Bentuk testimoni bisa kamu buat dalam bentuk video. Jadi pelanggan diminta untuk berbicara terkait kepuasan dari sisi harga dan kualitasnya. Proses ini bisa kamu minta dari semua pelanggan untuk menambah koleksi testimoni.

Perbanyak Portofolio

Portofolio pada usaha ini dapat dilakukan dengan memperbanyak koleksi foto dan video. Semakin banyak portofolio semakin besar peluang untuk direkrut dan jasanya dimanfaatkan orang lain.

Demi memperbanyak portofolio maka bisa juga dengan menurunkan harga agar semakin banyak dapat job. Meski demikian, kualitas foto dan angle pemotretan juga perlu sehingga jangan sampai dilupakan. 

Kendala Jasa Fotografi

Usaha apapun terkadang memiliki berbagai kendala termasuk usaha sebagai fotografer. Daripada penasaran, berikut beberapa kendala dalam usaha tersebut:

Sebagaimana tertulis di bagian atas, usaha ini butuh modal hingga 14 jutaan. Uang dalam jumlah tersebut tidaklah sedikit dan belum termasuk biaya-biaya lain. Dengan uang yang besar tidak menjamin masih akan sukses. 

Untuk mengumpulkan uang sebesar ini tentu perlu menjual aset berharga. Maka dari itu modal yang besar ini membuat beberapa orang terkadang mundur. Bahkan banyak orang tidak sanggup karena untuk bisa balik modal butuh waktu lama. 

Kompetitor banyak

Usaha fotografi di berbagai daerah kini sudah mulai menjamur sehingga tingkat persaingannya tinggi. Sebagai pemula, semakin tinggi persaingan semakin sulit untuk mendapatkan job.

Belum lagi orang yang terjun sudah punya pengalaman yang tinggi dan portofolio yang banyak. Hal ini tentu tidak mudah jika tanpa didasari teknik pemasaran yang tepat serta didukung cara memotret yang tepat 

Harga bahan cetak tinggi

Bahan cetak untuk fotografi terkadang mengalami kenaikan hingga beberapa persen. Jika harga BBM semakin naik maka diiringi dengan meningkatnya bahan cetak untuk fotografi. 

Belum lagi mesin cetak yang terlalu dipakai umumnya akan membuat kualitas cetaknya kurang bagus. Hal seperti ini menjadi masalah tersendiri karena kaitannya dengan kepuasan pelanggan. 

Gemar foto sendiri

Hadirnya smartphone membuat beberapa orang lebih memilih menggunakan ponsel pintar daripada kamera DSLR. hal ini menjadi kerugian tersendiri karena mereka kurang begitu membutuhkannya.

Dengan persepsi seperti ini membuat pelaku fotografer biasanya hanya fokus di acara hajatan saja. Sedangkan untuk pemotretan pada hal lain, masyarakat lebih banyak menggunakan kamera dari smartphone. 

Dari rincian usaha jasa video dan foto ini memang masih sangat potensial dan menguntungkan. Bahkan keuntungan yang diraup bisa mencapai jutaan rupiah jika dilakukan dengan tips yang benar. 

Namun usaha ini perlu kreativitas tersendiri mulai dari posisi pemotretan hingga kamera yang digunakan. Jika tidak demikian masyarakat lebih banyak pakai kamera sendiri dengan posisi pemotretan yang sesuai keinginan mereka.

Share: