Kue kering merupakan jenis kue yang tahan lama karena teksturnya yang kering. Biasanya disajikan pada momen terbaik misalnya Idulfitri, imlek, natal, atau sekedar untuk suguhan tamu yang datang. Jika kamu punya kemampuan membuat kue kering, membuka bisnis atau usaha kue kering menjadi salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan. Usaha kue kering bisa dibilang usaha kue murah yang cocok untuk jadi usaha musiman apalagi usaha yang akan ramai saat lebaran. Artikel ini membahas peluang serta analisis usahanya!

Tentang Usaha Kue Kering

Usaha dilakukan dengan menyediakan beragam kue kering yang populer di masyarakat. Tidak hanya menjual produk yang sudah jadi saja, kamu harus membuatnya dari tahap awal. Dengan begitu, laba atau keuntungan yang bisa didapatkan akan lebih tinggi.

Gunakan bahan-bahan berkualitas agar rasa kue kering lebih lezat dan konsisten, teksturnya renyah, serta penampilannya menarik. Kue kering umumnya berukuran kecil jadi pengemasan juga harus diperhatikan dengan baik.

Lakukan pemasaran online agar jangkauan pasar lebih luas. Di samping itu, pertimbangkan untuk menjalin kerja sama dengan toko sekitar rumah, restoran, ataupun kafe. Jangkauan pasar yang luas bisa membuat laba usahamu semakin tinggi.

Macam Macam Kue kering yang cocok untuk usaha

  • Monde Selai Strawberry
  • Sukade Cookies
  • Kue Kacang
  • Semprit Susu
  • Nastar
  • Kue Salju
  • Brownies Kering
  • Donat Cookies
  • Coklat Kancing
  • Carang mas
  • Coofie Cookies
Bisnis Kue Kering
Bisnis Kue Kering

Peluang Usaha Kue Kering

Usaha kue kering memiliki peluang yang sangat besar dan menjanjikan. Permintaan pasar tinggi karena menjadi cemilan wajib di momen-momen spesial. Selain itu, semua kalangan dan usia juga menyukai kue kering.

Kamu bisa berinovasi dengan macam-macam kue kering misalnya kue kastengel, sagu, putri salju, semprit, nastar, dan lain sebagainya. Ketahanan kue kering yang tinggi dibanding kue basah juga meningkatkan peluang usahanya. Pasalnya kue kering bisa dijual online tanpa takut kadaluarsa.

Rincian Modal Usaha Kue Kering

Bisnis Kue Kering bisa dimulai tanpa karyawan untuk memulai awal baik itu modal investasi dan bahan baku sekitar 5 juta, berikut perkiraannya:

  • Kompor dan gas : Rp500.000
  • Oven kue : Rp300.000
  • Mixer : Rp500.000
  • Loyang dan kuas : Rp160.000
  • Teflon : Rp100.000
  • Nampan : Rp400.000
  • Serbet : Rp25.000
  • Sendok : Rp20.000
  • Cetakan kue : Rp100.000
  • Gilingan adonan : Rp150.000
  • Toples : Rp300.000
  • Peralatan lain : Rp500.000

Total                             Rp3.055.000

  • Bahan-bahan kue : Rp3.000.000
  • Gas : Rp400.000
  • Toples kemasan : Rp500.000
  • Gaji karyawan : Rp1.500.000
  • Sewa tempat* : Rp500.000
  • Listrik dan air : Rp400.000

Total                             Rp6.300.000

Total Modal Awal

Berdasarkan rincian modal di atas, maka total modal awal untuk membuka usaha yaitu Rp9.355.000 dari modal peralatan dan bahan baku. Biaya untuk peralatan hanya perlu dikeluarkan beberapa tahun sekali saja. Sementara modal untuk bahan baku harus kamu keluarkan setiap bulan.

Modal yang dituliskan merupakan perkiraan sehingga bisa berubah sesuai pasar ataupun daerah tempat kamu tinggal, jadi lakukan riset sebelum membuatnya.

Perkiraan Omset per Bulan

Selain memperkirakan besar modal, kamu juga perlu memperkirakan omset per bulan untuk mengetahui tingkat laba jenis usaha ini. Berikut ini rincian perkiraan omset per bulan:

  • Harga jual kue kering misalnya Rp35.000 per toples
  • Jumlah penjualan per bulan 250 toples

Berdasarkan data di atas, maka perkiraan omset yang didapatkan yaitu:

  • Omset per bulan : Rp35.000 x 250 toples = Rp8.750.000

Penjualan sebanyak 250 toples per bulan merupakan estimasi. Pada momen tertentu seperti lebaran atau natal, penjualan biasanya akan jauh lebih tinggi.

Selain itu, kamu bisa menjual lebih banyak kue kering dengan pemasaran yang tepat. Memasukkan produk ke marketplace seperti Shopee, TikTok Shop, atau Tokopedia menjadi salah satu cara menjangkau pasar yang lebih luas.

Risiko Usaha Kue Kering

Kenali risiko usaha untuk melakukan antisipasi dan mendapatkan lebih banyak pertimbangan, berikut risikonya:

  • Usaha ini termasuk musiman sehingga akan banyak sekali pesaing di musim tertentu.
  • Harga bahan baku yang selalu naik.
  • Kue kering home made tidak bisa bertahan lama karena tidak memakai pengawet, hanya 1-2 bulan saja. Jadi kue harus segera laku.
  • Produksi kue terkadang gagal karena banyak faktor.
  • Toples rusak karena pengiriman online yang berisiko.

Tips dan Trik Usaha Kue Kering

Ada beberapa tips dan trik yang bisa membantu usahamu lebih baik, berikut di antaranya:

  • Berikan pilihan jenis kue kering yang banyak.
  • Ciptakan inovasi yang unik, misalnya kue kering yang cocok untuk penderita diabetes.
  • Gunakan packaging yang aman dan menarik.
  • Cantumkan label kadaluarsa.
  • Aktif pemasaran secara online.

Penutup

Menjalankan usaha kue kering memang bukan hal yang mudah dilakukan. Jadi kamu harus melakukan analisis modal, peluang, maupun risikonya dengan baik. Tujuan analisis untuk meminimalisir kegagalan yang mungkin terjadi.

 

Share: