Resiko Usaha Mie Ayam atau Bisnis Mie Ayam menjadi hal yang harus kita pertimbangkan karena bisa menghambat berkembanganya usaha yang akan kita rintis ataupun yang sudah lama kita mulai. Disini anggaranusaha.com akan mengajak kita semua untuk berpikir hal apa saja yang bisa menghambat berkembangnya usaha mie ayam ini mulai dari resiko pesaingan, teknik marketing dan sebagainya lalu kita juga akan mencoba memberikan Solusi dari masing-masing resiko tersebut.

Paparan yang diberikan ini juga berdasarkan hasil penelitian singkat usaha mie ayam yang ada di daerah Malang kota dimana dalam satu daerah terdapat banyak usaha berbagai macam mie termasuk mie ayam ini. Lalu dari usaha-usaha itu kita resiko usaha tersebut menjadi 3 tingkatan sebagai berikut.

Resiko usaha atau Bisnis Mie Ayam Secara Global

Resiko usaha Mie Ayam saat ini pastinya sulit untuk memulainya karena dari pada bakso peminat mie ayam jauh lebih sedikit sehingga jika suatu daerah sudah terdapat usaha mie ayam ini baik itu mie ayam bakso atau lainnya dipastikan kita akan kesulitan bersaing, apalagi saat ini banyak franchise mie seperti mie gacoan, sue, dan lainnya

Bagi yang mulai merintis kita pasti harus mencari nama dulu tergantung kita memulai usaha ini sebagai kelas restoran atau kaki lima yang nanti kita akan jelaskan lebih detail pada masing-masing kelas tersebut. Tapi yang pasti kita untuk mencari nama, kita tidak bisa menjualnya dengan harga mahal. Contoh salah satu pendagang mie ayam di Malang daerah karangploso memulai usaha mie ceker ayam dengan harga 10,000 rupiah dia memulai usahanya sudah 3 bulan dan berhasil menjual 30-50 porsi setiap harinya. Dari hal itu menjadi contoh kalau mie ayam kelas kaki lima tidak bisa dijual mahal atau lagi mie ayam kelas restoran atau warung, mie ayam yang rame di kunjungi adalah warung makan mie ayam yang menyajikan dengan berbagai pilihan toping. berikut ini akan kami jelaskan secara mendetail dari masing-masing kelas tersebut.

Resiko Usaha Mie Ayam Kelas Warung Makan

Resiko usaha mie ayam kelas restoran atau warung makan kemungkinan besar ada pada pelayanannya dan berbagai jenis toping dari mie ayam itu sendiri, misalnya saja era digital sekarang pelayan sedikit saja bermasalah, warga internet akan memberikan rating buruk. jadi sebelum kita memulai mempromosikan warung makan, bagian pelayan kita kedepankan lebih dulu. yang kedua terkait dengan menu mie ayam seperti toping dan ukuran mie nya sendiri kita bisa sesuaikan contoh gorengan atau toping bakso. kita bisa melakukan penelitian mencari toping apa yang di minati oleh masyarakat atau yang sedang trend saat ini, yang terakhir kita bisa viralkan melalui media social terutama tiktok mengenai warung makan kita dengan lebih menonjolkan kelebihan menu kita dari pada pesaing kita.

Resiko Usaha Mie Ayam Kelas Kaki Lima

Resiko usaha mie ayam kelas kaki lima lebih ke arah harga jual kita, dari contoh yang diatas kita akan susah mendapat pelanggan jika kita menjual harga diatas rata-rata mie ayam pada umumnya. faktor yang kedua adalah cuaca hujan meskpun kita bisa akali dengan kita membuat tenda sementara. dan yang ketiga adalah preman yang makin marak membuat kita juga menanggung beban nantinya, jika suatu daerah yang ingin kita masuki terdapat preman, lebih baik kita mencari daerah yang lain saja, karena resiko jika suatu tempat terdapat preman tidaklah bagus bagi perkembangan usaha kita meskipun masih skala kecil.

Kesimpulan

Resiko usaha mie ayam memang paling banyak berkaitan dengan tingkat konsumasi masyarakat pecinta kuliner ini tapi  karena mulai banyaknya trend mie franchine seperti mie gayong atau mie dengan ada tingkat kepedasan itu stigma  masyarakat mulai berubah, sehingga kita sebagai pengusaha bisa mengimplementasikan hal tersebut pada usaha kita, contohnya pada mie ayam kita bisa memberikan menu dengan berbagai tingkat kepedasan.

 

Share: